Welcome to Our Website

Gara – Gara Corona, Bandar Judi Casino Di Macau Babak Belur

Gara – Gara Corona, Bandar Judi Casino Di Macau Babak Belur – Efek corona virus rupanya berdampak masif terhadap banyak negara besar, terutama Makau. Terbukti bahwa beberapa bandar Judi Casino di wilayah tersebut babak belur dan nyaris mengalami kebangkrutan.

Menukil dari CNN Business, salah satu bandar Judi Casino ternama di Macau, Wynn Resorts harus rela menelan kerugian hingga jutaan Dollar AS setiap harinya lantaran rumah taruhan tersebut harus ditutup untuk sementara waktu.
CEO Wynn Resorts, Matt Maddox mengatakan, pihaknya mengalami penurunan keuntungan mulai dari 2,4 juta Dollar AS hingga lebih dari 2,6 juta Dollar AS per hari.

Seperti diketahui, bandar Casino tersebut telah mengikat sekitar 12.000 karyawan. Namun kini, beberapa persen para pekerja tersebut terpaksa dirumahkan demi mencegah penularan virus corona. Beberapa daerah sekitar telah terdeteksi kurang lebih puluhan kasus corona. Sesuai data yang ada, lebih dari 650 orang tewas dan sekitar 31.500 orang terinfeksi.

Dengan keadaan tersebut, pemerintah Macau meminta seluruh gedung taruhan Casino di wilayah Zona Merah tersebut harus libur hingga waktu yang tak ditentukan. Kendati begitu, masih ada beberapa wilayah yang masih belum terdampak kasus corona. Bisa diartikan bahwa daerah tersebut masih belum memiliki ijin sepenuhnya untuk membuka rumah taruhan layaknya sebelumnya.
Kebijakan pemerintah itu diputuskan pasca beberapa pekerja Casino terinfeksi virus mematikan tersebut. Dengan ini, sejumlah rumah taruhan di Makau harus rela menelan penurunan keuntungan yang akan menyebabkan kehancuran dalam sisi finansial.

Las Vegas Casino & Resort on the Strip | Wynn Las Vegas



Sebelumnya, China menjadi negara yang paling banyak mendapatkan keuntungan di bidang judi. Salah satunya Casino. Sebab banyak imigran dan penduduk lokal yang selalu meramaikan ajang perjudian tersebut. Namun masalah yang melanda Macau merupakan kabar buruk bagi pihak yang terkait. Sehingga mereka mengalami penurunan pemasukan secara drastis.

Selama ini, Wynn Resorts telah menjadi operator Casino terbaik dan terbesar di Macau dan sempat mengungguli beberapa saingan abadinya seperti MGM dan Sands. Menurut data dari Moody’s, tahun 2019 silam Wynn meraup keuntungan mencapai 6,6 Miliar Dollar AS. 70 % pemasukan tersebut didapatkan dari bidang properti.

“Patuh pada aturan dan peraturan pemerintah Macau, Wynn Resorts terpaksa menutup gedung Casino. Kali ini kami hanya ingin melakukan yang terbaik demi menjaga keselamatan dan kesehatan para pekerja, pelanggan setia dan warga Macau pada umumnya,” ucap Maddox.

Hingga kini masih belum ada kepastian tentang pembukaan kembali gedung Casino di Macau. Tak hanya itu, sejumlah karyawan juga belum mendapatkan hak dan kewajibannya secara mendasar. Di lain hal, anak perusahaan Wynn Resorts, Saham Wynn Macau (WYNMF) tengah mengalami penurunan perdagangan hingga 1,2 % dari pada tahun lalu. Sementara saham perusahaan induk, Waynn (WYNN) di New York juga babak belur mencapai 1,6 % semasa pandemi COVID-19.
Sampai saat ini total kasus baru di daerah Hubei, provinsi pertama penyebaran coronavirus mencapai angka lebih dari 45.000 kasus, 1.000 orang lebih meninggal. Ironisnya pemerintah setempat masih belum menemukan vaksin terbaru untuk mencegah penularan virus tersebut.

Menurut kabar terbaru, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akan menerjunkan beberapa tim untuk mendeteksi dan menginvestigasi penularan virus corona di China. Mereka bertujuan untuk menemukan sejumlah fakta yang meresahkan semua negara. Hal tersebut akan menjadi nyawa baru bagi bandar Judi Casino di Macau. Dimana jika kasus tersebut telah terpecahkan, maka aktivitas gedung taruhan akan kembali beroperasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *